0
Bagi kalangan Nahdhiyin, utamanya akar
rumputnya, Arab Saudi dikenal sebagai negara yang menjadi ‘musuh’
pemikiran Islam mereka. Sebab, negeri yang menjadikan Salafi sebagi
ideologi negaranya itu dikenal memiliki ulama-ulama yang menyatakan
tradisi-tradisi warga NU yang sudah mengurat mengakar sebagai perbuatan
bid’ah.
Kebaikan SAUDI Kepada KYAI NU.. Walaupun SAUDI Dianggap Sebagai Negeri Wahabi, Negeri Yang Patut Diwaspadai,..
Bagi kalangan Nahdhiyin, utamanya akar
rumputnya, Arab Saudi dikenal sebagai negara yang menjadi ‘musuh’
pemikiran Islam mereka. Sebab, negeri yang menjadikan Salafi sebagi
ideologi negaranya itu dikenal memiliki ulama-ulama yang menyatakan
tradisi-tradisi warga NU yang sudah mengurat mengakar sebagai perbuatan
bid’ah.
Namun, secara makro, hubungan antara
ormas Islam terbesar di Indonesia itu dengan pemerintahan Arab Saudi
terbilang cukup baik. Sebagai negara kaya, Arab Saudi seringkali memberikan bantuan finansial
kepada berbagai ormas, baik resmi maupun tokoh-tokohnya. Namun hal ini
tidak selalu diangkat ke media, sehingga dalam pandangan warga
Nahdhiyin, yang nampak hanyalah perselisihan di antara mereka semata.
Bahkan, sebagian tokohnya kerap menghujat Wahabisme sebagai ideologi berbahaya dan transnasional
Salah satu contoh keengganan Arab Saudi mempublikasikan bantuan
adalah penuturan seorang sumber di Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta
adalah bahwa pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan pengobatan
terhadap KH Sahal Mahfudz rahimahullah, tokoh Rais Syuriah Nahdlatul Ulama (NU).
Ahmad D Bashori, konsul haji di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah Arab Saudi mengisahkan, “Ketika beliau sakit, Saudi menawarkan tiga hal kepada beliau,
yaitu berobat ke Saudi, berobat ke rumah sakit mana saja di dunia, atau
berobat di rumah sakit Indonesia yang semua pembiayaannya ditanggung
pihak kerajaan.”
Dengan berbagai pertimbangan, KH Sahal Mahfudz memilih opsi ketiga di mana seluruh pengobatan selama sakit ditanggung Kerajaan Saudi.
“Cerita ini belum pernah diungkap
kecuali setelah beliau wafat dan itu pun kepada kalangan terbatas. Bisa
jadi almarhum bukan satu-satunya orang di Indonesia yang mendapatkan
kebajikan `tanpa pamrih’ Saudi,” pungkasnya.
sumber : dari sini





0 komentar: